Kesalahan Fatal dalam merawat bayi yang sering terjadi – Valerie Crochet Baby

Kesalahan Fatal dalam merawat bayi yang sering terjadi

kesalahan-fatal-dalam-memilih pakaian bayi
Posted in Informasi Seputar Ibu dan Bayi

Kesalahan Fatal dalam merawat bayi yang sering terjadi

Sebagai orang tua mommy pastinya akan melakukan yang terbaik bagi si kecil dengan mencari dan mempelajari segala informasi yang ada.Namun masih ada saja yang terlewatkan seperti memilih pakaian bayi, mainan, aksesoris dll. demi terlihat lucu dll kita kadang lupa dengan kenyamanan dan keamanan si kecil.

1. Menengok bayi yang baru lahir

Bayi berusia di bawah enam bulan memerlukan waktu untuk membentuk sistem ketahanan tubuh yang kuat. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh sungkan-sungkan meminta teman dan kerabat yang datang untuk mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda dan minta kepada mereka untuk tidak berada terlalu dekat dengan bayi, terutama bila mereka sedang batuk atau flu.

Selain itu, hindari keramaian. Bila harus membawa si kecil keluar rumah, gendong anak dan hadapkan mukanya ke wajah Anda untuk menghindari orang yang tak dikenal berada dekat-dekat dengannya,

2. Pakaian

Bayi yang baru lahir sangat mudah kepanasan. Jadi, sebaiknya pakaikan baju yang tidak terlalu tertutup. Kenakan baju bayi sesuai cuaca sehingga dia tidak merasa terlalu kepanasan atau terlalu kedinginan. Sebagai referensi mungkin mommy bisa memakaikan pakaian berbahan lembut, lentur dan yang tidak mudah luntur. Pilihlah pakaian berbahan katun atau rajutan seperti mantel rajut, topi rajut dll yang nyaman dan cukup menghangatkan.

baca juga : Pakaian si Kecil adalah hal yang paling penting

3. Kunci sebagai pengganti mainan

Membiarkan anak Anda bermain dengan kunci sebagai pengganti mainan akan berisiko kunci tersebut dimasukkan ke dalam mulutnya. Bila gigi si kecil mulai tumbuh, simpan kunci-kunci karena kunci biasanya mengandung timah.
Walaupun kadarnya rendah, tetap merupakan salah satu faktor penyebab penurunan IQ. Kadar timah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak.

baca juga : Kemampuan Bahasa Bayi: Mainan Tradisional vs Mainan Elektronik

4. Tidur tengkurap

Penelitian menunjukkan, bayi yang tidur tengkurap di atas selimut yang lembut berisiko 21 kali lipat terserang SIDS (sudden infant death syndrome/sindroma kematian bayi mendadak)dibanding bayi yang tidur telentang di atas selimut yang tak terlalu lembut atau mudah bergeser.

5. Kekurangan cairan pada bayi yang tidak rewel

Ada bayi yang tenang dan tidak rewel dan orang tua mengira bayinya tidak lapar. Hal ini ternyata keliru. Beri makanan pada bayi secara teratur dan perhatikan apakah ia sudah cukup makan atau belum.
Tanda-tanda seorang bayi cukup makan adalah bila bayi mengompol paling tidak 6 kali dalam sehari pada usia satu minggu pertama sesudah kelahirannya. Bila Anda tidak melihat tanda-tanda ini, konsultasikan ke dokter.

6. Antibiotik

Banyak orang tua yang meminta dokter untuk memberikan antibiotik pada buah hatinya yang sedang sakit. Antibiotik tidak baik untuk penyakit yang disebabkan oleh virus yang umum seperti flu, muntah-muntah, diare, dan sakit tenggorokan (kecuali bila infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptokokus). Selain itu, kebiasaan mengonsumsi antibiotik menyebabkan bayi menjadi kebal dan pada saat yang diperlukan antibiotik menjadi tidak berfungsi.

baca juga : Saat Bayi Sakit, Perlukah Berikan Obat Antibiotik?

7. Dosis tepat

Beri obat pada si kecil sesuai dengan dosis yang disarankan. Dosis untuk bayi dan pada anak yang usianya lebih tua tidaklah sama. Untuk menghindari pemberian dosis yang berlebihan, ikuti saran yang diberikan dokter.

baca juga : Kriteria Makanan Pendamping ASI yang Baik untuk si Kecil

8. Benda-benda berbahaya

Jauhkan atau singkirkan benda berbahaya yang bisa di jangkau si kecil, seperti benda benda tajam dan yang mengandung zat-zat berbahaya seperti karbol, kapur barus dll.

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart